Bangun Woy, Ini Indonesia Bukan Arab

Bangun Woy, Ini Indonesia Bukan Arab


Jendela24.Com - Terkadang Saya pernah memimpikan disaat masa perjuangan Bangsa kita terhadap pengusiran penjajah. Bagi saya pada masa itu adalah sebuah masa dimana sangat mengharukan, dimana mana yang ada hanya percakapan mengenai perjuangan yang bertujuan hanya satu, yaitu Merdeka!!. dimana dentuman bom,suara tembakan,aroma mesiu dan berlarian menghindari pasukan musuh yang memompa detak jantung. Membuat hidup gmanaaaa gtu.hehehe

Orasi orasi perjuangan, tatapan yang optimis dan kode2 mata yang membuat siang dan malam sama sekali tak bearti. Hidup menjadi sangat bearti dan memiliki tujuan, nyali yang tidak ciut karena telah menonton Raam Punjabi.

Mungkinkah masa itu kembali??
Mungkin bisa, hanya cara tempur nya saja yang berbeda. Cara tempur nya banyak berada pada media sosial. Jaringan internet membuat pertempuran bisa menjangkau luas walaupn musuh itu bangsa sendiri. Bangsa yang lebih mencintai bangsa arab ketimbang bangsa nya sendiri. Bangsa yang berupaya menjatuhkan kepala pemerintahannya yang sah.

Pertempuran dijaringan internet sejatinya bukan masalah salah atau benar, sebab salah selalu mencondong kemutlak dan benar bersifat relatif.
Pertempuran jaringan internet banyak dilakukan secara propaganda VS propaganda juga.

Cukup sulit untuk mendeteksi mana yang fakta dan hoax, kita hanya melihat hasil dari analisa. Sebab siapa pun dia bisa mengatakan  jika informasi yang mereka miliki fakta adanya.
Tetapi jika seberapa faktanya pun tetapi tidak bisa di sosialisasikan akan jatuh terhadap mereka yang menghandalkan prasangka pandangan.

baca juga di ( Rapat intelijen batal,)

Kesimpulannya adalah "Sebenarnya yang kita lakukan menyelamatkan bangsa atau sebaliknya"?
Jelas belum tentu kita akan bersuara membela bangsa dengan kesibukan membagikan berita hoax terhadap bencana kerusuhan SARA dan memanaskan situasi.Tidak masuk akal kita bersuara akan cinta Bangsa Indonesia, disaat kita meng-adu perbedaan dan keyakinan masyarakat. dan jelas jelas tidak mungkin bersuara nasionalisme ketika masih heboh dengan Khilafah.

Yang pasti dimana posisi kita sebenarnya saat ini?

Tanpa keraguan Saya katakan kita mesti diposisi sang merah putih. Ketika penghormatan bendera merah putih dimusyrikkan

Tanpa keraguan Saya katakan,Kita mesti berdiri disebelah Garuda Sejati disaat tubuh nya infin dimerahkan.

Tanpa keraguan saya katakan, Kita mesti saling menggenggam erat tangan kita disaat ada benturan benturan.

Ini Bangsa kita, dibentuk dengan jutaan titik darah oleh pahlawan pahlawan kita yang berjuang dimasanya.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bangun Woy, Ini Indonesia Bukan Arab"

Posting Komentar