Cabai Rawit Impor dari india Diminati Sebab Lebih Pedas

Cabai Rawit Impor dari india Diminati Sebab Lebih Pedas

Jendela24.com - Cabai rawit kering impor kini marak beredar disejumlah pasar tradisional diberbagai wilayah Indonesia.

Sejumlah pedagang di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan Cabai rawit merah kering asal India lebih diminati konsumen karena rasanya lebih pedas dibandingkan cabai rawit kering asal China.

" Cabai rawit kering asal India lebih disukai masyarakat, karena rasanya jauh lebih pedas dibandingkan cabai rawit kering asal China," kata seorang pedagang dipasar Kota Bojonegoro Wardiyati, Sabtu.

Bahkan, lanjut dia, banyak pembeli yang menolak membeli cabai rawit merah kering asal China, meskipun harganya lebih murah.

" untuk tingkat penjualan bisa 10 banding 1 antara cabai rawit merah kering India dengan China," kata dia.

Oleh sebab itu, menurut dia, pedagang dipasar setempat mencampur cabai rawit merah kering india dengan China sebagai usaha menurunkan harga, selain bisa menjual cabai rawit merah kering di China.

" Cabai rawit merah kering asal india ciri cirinya panjang dan bagus, Sedangkan China lebih besar," ucap dia.

Menurut dia juga, pedagang cabai dipasar setempat tulus, pembeli cabai kering asal India dan China kebanyakan pedagang makanan, karena harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan cabai rawit merah lokal.

" Cabai rawit asal India dan China juga banyak dijual di pasar tradisional seperti dikecamatan Padangan dan Sumberrejo," ucapnya.

Para pedagang disejumlah pasar tradisional, menurut dia,membeli dari pedagang besar untuk cabai rawit merah India Rp 50.000/kilogram dan cabai rawit merah China Rp40.000/kilogram.

"Harga cabai rawit merah kering India dan China stabil baik dipedagang besar maupun pedagang kecil dipasar dalam 2 bulan terakhir," kata Tulus.

Mengenai cara menjualnya, lanjut dia, pedagang dipasar setempat ada yang dengan cara memasukan cabai kedalam kantong plastik dengan harga mulai Rp3.000, Rp5.000, Rp10.000, dan Rp15.000.

Seorang pedagang asal Tuban, Yadi, mengaku mampu menjual cabai rawit kering asal India dan China kepada pedagang dipasar setempat sekitar 1 kwintal per hari sejak harga cabai rawit merah tinggi lebih dari sebulan lalu.

" Jika Saya bisa menjual cabai rawit kuning 1 ton/hari," kata Pasri, pedagang asal Tuban.

Menurut Pasri, cabai rawit kuning yangdijual itu hasil panenan dari sejumlah desa di Kecamatan Rengel, Tuban sejak sepekan lalu.

" Tapi di Tuban belum ada panen cabai rawit merah," ujarnya.

Dipasar kota Bojonegoro menyebutkan harga cabai rawit merah berkisar Rp 120.000 - Rp 130.000 per kilogram, cabai merah lompong Rp 25.000 perkilogram, cabai lompong hijau Rp 15.000 per kilogram dan cabai tampar Rp 35.000 per kilogram.

Untuk cabai rawit kuning turun menjadi Rp 30.000 per kilogram, yang semula sempat mencapai Rp 60.000 per kilogram, sejak sepekan lalu.



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cabai Rawit Impor dari india Diminati Sebab Lebih Pedas"

Posting Komentar