Pedangdut Ridho Rhoma Terjerat Kasus Narkotika







Pedangdut Ridho Rhoma harus tersandung masalah narkoba. Kini dirinya diamankan satuan kepolisian Polres Jakarta Barat.  Ridho terancam hukuman empat tahun penjara. Dalam keterangan yang diberikan wartawan, Ridho menggunakan narkoba jenis sabu.

Dia ditangkap bersama satu orang lagi berinisial S. Siapakah dia? "Iya (teman), perkejaan swasta," terang Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol Roycke Harry Langie dalam rilis yang digelar di kantornya.

Kepada polisi, Ridho mengaku mendapat paket narkoba dari temannya berinisial MS yang kemudian juga ditangkap. MS sendiri mengaku mendapat barang haram tersebut dari seseorang bernisial A yang kini masih buron.

"Ada salah satu tersangka DPO yang mudah-mudahan kami segera menangkap yang bersangkutan," kata Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol Roycke Langie di Polres Jakbar, Jalan S Parman, Slipi, Jakarta Barat (25/3/2017).

"(Penyelidikan) ini akan berkembang, apakah jaringan internasional atau tidak," jelas Roycke.

Namun Roycke tidak bisa memastikan berapa lama penyelidikan ini akan berlangsung. "Penyelidikan itu tidak bisa ada batas waktu, tapi kita selalu berupaya yang tercepat," imbuhnya.

"Hasil interogasi selanjutnya pengakuan tersanga bahwa tersanga mengaku bahwa barang bukti tersebut (0,7 gram sabu) didapat dari tersangka MS alias Ian," ujar Roycke.

Polisi lalu bergerak cepat dan berhasil menangkap Ian pukul 09.00 WIB di apartemen daerah Thamrin, Jakarta Pusat. Selain barang bukti berupa sabu 0,7 gram, polisi juga mengamankan mobil sedan hitam berplat B 1240 ZAA.


Sama seperti Ridho, S juga positif narkoba ketika dites urine. Namun polisi belum menjelaskan apakah pemasok Ridho juga menyasar ke nama artis lain.

Lantaran kedapatan mengonsumsi sabu, putra Rhoma Irama itu dikenakan pasal 112 ayat (1) sub pasal 127 Jo pasal 132 ayat (1) UU no 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Untuk Pasal 112 sendiri diketahui ancaman hukumannya paling cepat empat tahun penjara, sementara itu ancaman hukuman yang diatur Pasal 127 paling lama adalah 4 tahun, dan pasal 132 ancaman hukuman paling sedikit 20 tahun penjara serta paling berat adalah hukuman seumur hidup hingga pidana mati.

Sementara itu, tersangka lain yang ditangkap bersama Ridho terancam hukuman maksimal 20 tahun. Tersangka berinisial MS itu dikenakan pasal 114 ayat (1) sub pasal 112 ayat (1) Jo pasal 132 ayat (1) UU no 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan/atau pasal 62 UU no 5 tahun 1997 tentang Psikotropika.

Dalam penangkapan ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, yaitu satu paket narkoba jenis sabu, satu set alat hisap sabu, satu unit mobil, tiga unit handphone, satu buah bong, satu buah tutup botol.






Dilansir Sang ayah, Raja Dangdut Rhoma Irama mengaku belum mendengar kasus yang menjerat putranya.
"Saya belum dengar (Ridho ditangkap)," kata Rhoma saat ditemui di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (25/3/2017)

Rhoma mengaku belum mendapat informasi. Saat ini dia memang sedang sibuk mengurus acara Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) di wilayah Jakarta Utara.

"Soalnya tiga hari ini saya fokus ke acara Munas PAMMI," ujar Rhoma.

Ridho ditangkap di sebuah hotel di wilayah Jakarta Barat, Sabtu (25/3) pukul 04.00 WIB dini hari tadi. Ridho ditangkap karena terbukti memiliki narkoba jenis sabu dengan berat 0,7 gram.

Selain menangkap Ridho, polisi juga menangkap pemasok narkoba berinisial MS alias Ian. Ada satu orang berinisial A yang juga diincar polisi di kasus ini namun masih buron.

Urutannya, Ridho mendapat narkoba dari Ian. Nah, Ian mengaku mendapat narkoba dari A.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pedangdut Ridho Rhoma Terjerat Kasus Narkotika"

Posting Komentar